FHK2I : Pemerintah Semena-mena Menjadikan Honorer K2 Sampah Negara

ONEPOIN.CO.ID - Koordinator Daerah Forum Hononer K2 Indonesia (FHK2I) untuk daerah Pamekasan Madura Maskur kembali mengkritisi pemerintah.
Dia menilai, banyaknya honorer K2 yang gagal jadi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) sudah bisa diprediksi dari awal. Sebab, pemerintah memang ingin menutup buku terkait masalah honorer K2.
"Pemerintah paksa honorer K2 untuk menjadi PPPK. Terus sisanya yang tidak lulus dan tidak masuk dalam formasi yang dibutuhkan, mau diapakan? Mereka menjadi sampah negara?,” ujar Maskur saat ditemui pada Sabtu (2/3).
Maskur menilai honorer K2 bisa menjadi PNS. Namun, pemerintah sudah berlaku zalim karena memaksa tenaga honorer K2 untuk jadi PPPK.
Ironisnya, pemaksaan ini justru menambah masalah baru. Karena tidak semua honorer K2 bisa diakomodir menjadi PPPK. Masih banyak honorer K2 dari tenaga teknis harus gigit jari.
"Rezim ini sangat semena-mena dan menjadikan honorer K2 sampah-sampah negara," ujarnya.
Kalau rezim itu baik kepada K2, lanjut Maskur, ada dua hal yang bisa dilakukan. Pertama, adalah angkat semua K2 menjadi PNS secara bertahap (2015-2019). Masalah K2 akan selesai.
Kedua, angkat semua K2 menjadi PPPK untuk yang usia di atas 35 tahun. Dan semua K2 menjadi PNS untuk usia di bawah 35 tahun dengan seleksi administratif, verifikasi dan tes formalitas. Masalah K2 juga bakal selesai.
"Namun, intinya K2 harus PNS semua. Bukan ada yang PNS, ada yang PPPK. Kenapa bidan PTT usia di atas 35 tahun bisa PNS, K2 enggak bisa?," tegasnya.
"Apakah layak guru, tenaga kesehatan, penyuluh (K2) yang sudah mengabdi lebih dari 15 tahun dengan segala konsekuensi dan kompetensinya. Kemudian dibuatkan perangkap menjadi PPPK dan sisanya dibuang menjadi sampah negara. Gunakan akal sehat," sambungnya.
Sumber : www.jpnn.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "FHK2I : Pemerintah Semena-mena Menjadikan Honorer K2 Sampah Negara"

Post a Comment