Pemerintah Tegaskan Akan Prioritaskan Pengangkatan Guru Honorer Menjadi PPPK Tahun 2019 Ini

ONEPOIN.CO.ID - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta kepada para kepala sekolah untuk tidak lagi merekrut guru honorer baru. Langkah itu diambil sebagai salah satu solusi mengatasi persoalan guru honorer yang cukup kompleks.
Para guru honorer yang telah mengabdi lama, yakni yang lebih dari 10 tahun, akan diprioritaskan pengangkatannya oleh pemerintah melalui skema perjanjian kerja. Karena itu, jika butuh tenaga pengajar, kepala sekolah diminta untuk mengangkat kembali tenaga pengajar yang telah pensiun.
Rencana tersebut mendapat tanggapan langsung dari PGRI Jatim. Ketua PGRI Jatim Ichwan Sumadi mengatakan, perekrutan kembali guru yang pensiun dinilai tidak bijak.
Tenaga pengajar yang sudah pensiun, tutur dia, sudah waktunya untuk istirahat dan menikmati masa pensiun. "Masak disuruh ngajar lagi? Ini juga akan tidak efektif," tuturnya. Menurut Ichwan, pemerintah harus serius memikirkan persoalan kekurangan guru. Dia berharap kepada pemerintah memiliki kepekaan terhadap guru honorer.
Mereka sudah mengabdi sangat lama. Komitmennya sebagai guru sudah sangat teruji sehingga sangat layak diangkat menjadi CPNS. Sehingga bisa menjadi salah satu upaya mengatasi jumlah guru PNS yang kurang.
Pihaknya menyayangkan guru pensiun tidak segera diisi atau diganti dengan yang baru. Di sisi lain, masuknya guru honorer untuk mengisi kekurangan guru juga kurang mendapat tanggapan positif.
Baca Juga : 
Syukurlah, Seleksi PPPK Tidak Pakai Tes Karakteristik Pribadi
"Guru yang pensiun tidak diganti. Honorer masuk disalahkan," sesalnya.
Menurut dia, jika sama-sama diisi guru usia tua, pihaknya lebih sepakat bila kekurangan guru diisi oleh guru honorer yang sudah lama mengabdi. Bukan mengangkat guru yang sudah pensiun.
Menurut Ichwan, nasib para guru tidak tetap (GTT) yang mencapai 11 ribu di Jatim patut untuk diperjuangkan. Selain sudah lama mengabdi, belum semua guru honorer mendapat gaji yang layak. Dia membeberkan, hanya ada beberapa daerah di Jatim yang "ramah" terhadap GTT. Hal itu ditandai dengan gaji yang sudah setara dengan UMK.
Baca Juga : 
UPDATE TERBARU! Pendaftaran P3K Dibuka Januari 2019, Ini Syarat & Jadwal, Perbedaan Teknis PPPK & PNS
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Saiful Rachman menyatakan, Jatim sudah berhenti mengangkat guru honorer sejak penyerahan SMA/SMK ke provinsi pada tahun 2017 silam.
Saat ini terdapat lebih dari 21 ribu GTT dan pegawai tidak tetap (PTT). "Sekolah tidak mengangkat lagi. Pertama, karena beban sekolah itu sendiri. Kedua, mengoptimalkan SDM yang ada," terangnya.
Di Jatim memang ada banyak guru yang pensiun. Demikian pula dengan ke­kurangan guru produktif yang mencapai 800 guru hingga 2020.
Untuk pengisiannya, sekolah tidak bisa sembarangan. Jika merekrut guru, perekrutannya juga harus sepengetahuan dari Dinas Pendidikan Jatim. Sebab, ada tes terkait dengan kemampuan guru dan sebagainya. "Karena guru honorer bukan kewenangan mutlak dari sekolah," ucapnya.
Baca Juga : 
Siapkan Berkasnya! Rekrutmen P3K Akan Dimulai Januari Tahun Depan
Terkait dengan perekrutan guru pensiun, mantan kepala Badan Diklat Jatim itu mengatakan bahwa rencana tersebut bisa menjadi solusi untuk mengatasi kekurangan guru.
Termasuk untuk mengisi kekurangan guru produktif. Meski begitu, ujar dia, harus ada syarat yang sesuai standar kompetensi guru. Termasuk kondisi sehat, skill masih mumpuni, dan memiliki kepribadian bagus. Pihaknya tidak memungkiri bahwa perekrutan guru muda akan lebih bagus. Baik dari segi semangat maupun kompetensi.
Namun, imbuh dia, merekrut guru muda kerap menimbulkan masalah tersendiri. "Setelah di-training, tapi di luar ada kesempatan lain, mereka bakal lari. Terutama ke perusahaan yang mau membayar lebih mahal," jelasnya.
Karena itu, untuk mengatasi kekurangan guru tersebut, sekolah bisa membuat peta kebutuhan guru. Jika memang betul-betul membutuhkan guru, bisa diisi dengan mengajukan terlebih dahulu kepada gubernur Jatim. Saat ini pihaknya juga sudah mengusulkan beberapa solusi skema untuk mengisi kebutuhan guru.
Sumber : www.jpnn.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pemerintah Tegaskan Akan Prioritaskan Pengangkatan Guru Honorer Menjadi PPPK Tahun 2019 Ini"

Post a Comment