Ancaman Tegas Presiden Jokowi Kepada Pegawai dan Tenaga Honorer

ONEPOIN.CO.ID - Presiden Joko Widodo atau yang akrab disebut Pak Jokowi tidak ingin ada penerimaan pegawai dan guru honorer baru di Indonesia. Dengan demikian, Kepala Sekolah atau Kepala Daerah diharapkan bisa mematuhi peraturan yang ada.
Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Haria Wibisana menjelaskan, penerimaan pegawai dan guru honorer baru tidak akan dilakukan kalau tiga skema yang dilakukan pemerintah sudah mulai dijalankan.
"Tadi Bapak Preisden berpesan kalau tiga skema ini dijalankan maka nggak boleh lagi tenaga honorer yang baru. Ini poin yang paling penting, yang harus dikuti oleh semua Kepala Daerah," ujar Bima di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (21/9/2018).
Tiga skema yang dimaksud adalah perimaan calon pegawai negeri sipil atau CPNS, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau P3K bagi mereka yang gagal pada saat tes CPNS. Yang terakhir adalah memberikan upah layak untuk pegawai dan guru honorer. Pemerintah tidak ingin ada pekerja honorer baru lagi di Indonesia.
"Kalau terus merekrut tenaga honorer, permasalahan ini nggak akan pernah berhenti. Ini dilakukan kalau 3 sekema ini dijalankan," jelasnya.
Sementara, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy menerangkan, Kementerian Pendidikan sudah mengeluarkan surat edaran agar seluruh Kepala Sekolah tidak menerima guru honorer baru.
"Itu bisa kita pantau di Kemendikbud. Kalau masih ada pemerintah, daerah (itu) melanggar, walaupun SK-nya bukan dari pemerintah daerah akan kita beri sanksi," kata dia.
"Kita akan mempertegas lagi, nggak boleh pemerintah daerah atau dalam hal ini Kepala Sekolah mengangkat guru honorer lagi. Mohon kerja samanya," Muhajir menambahkan.
Menurut Muhajir, hingga saat ini belum ada sekolah yang menganggkat pegawai honorer baru setelah surat edaran Mendikbud soal larangan penerimaan tenaga honorer baru tersebut dikeluarkan.
"Sementara ini belum ada kasus yang ketahuan ada sekolah yang tetap merekrut guru honorer, (sanksinya) terkait dengan bantun kita DAK non fisik, BOS (bantuan operasional sekolah)," kata dia.
Sumber : www.suara.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ancaman Tegas Presiden Jokowi Kepada Pegawai dan Tenaga Honorer"

Post a Comment