Honorer K2 : PermenPAN-RB 61/2018 Sarat Dengan Tipu-tipu

ONEPOIN.CO.ID - Kebijakan pemerintah menerbitkan PermenPAN-RB 61/2018 untuk mengakomodir peserta CPNS yang gagal dalam seleksi kompetensi dasar (SKD) terus menuai kritik. Kritik kali ini disuarakan oleh Sekjen Forum Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Muhammad Nur Rambe.
Dari awal, kata dia, pihaknya sudah curiga atas PermenPAN-RB 36 dan 37 Tahun 2018. Saat itu, FPHI sudah berdialog dengan Karo Hukum Komunikasi Informasi Publik (HKIP) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Mudzakir.
“Hasilnya, Karo HKIP memaksa kami melakukan judicial review atas PermenPAN-RB tersebut,” ujar Rambe saat ditemui, Kamis (22/11).
Ternyata kecurigaan FPHI, lanjutnya, terbukti. Mulai dari dimasukkannnya eks honorer K2 dalam rekrutmen CPNS yang syaratnya itu multitafsir hingga tiba saatnya passing grade gagal total. Hebatnya lagi, MenPAN-RB masih tidak kekurangan akal.
“Saya secara pribadi melihat munculnya PermenPAN-RB 61/2018 sarat dengan adanya tipu-tipu," sergahnya.
Ini dilihat dari seleksi CPNS tahun 2013. Honorer K2 dites secara nasional. Pelaksanaan tes tersebut yang diklaim MenPAN-RB saat itu, sangat transparan. Tidak ada tipu-tipu. Tidak ada manipulasi.
Namun, kenyataanya tes tersebut tidak ada nilainya. Anehnya MenPAN-RB bisa meluluskan dan tidak meluluskan. Hingga saat ini Panselnas tidak bertanggung jawab atas hal tersebut.
"Parahnya, hingga kini yang tertinggalkan dari aturan tersebut (honorer K2) protes terus menerus dan tidak punya jalan keluar hingga lahirlah UU Aparatur Sipil Negara (ASN)," pungkasnya.
Sumber : www.jpnn.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Honorer K2 : PermenPAN-RB 61/2018 Sarat Dengan Tipu-tipu"

Post a Comment