Honorer K2 Akan Kembali Menerima Ketidakadilan Dari Pemerintah

ONEPOIN.CO.ID - Ketua Umum Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih mengkritisi soal rencana pemerintah untuk membuat kebijakan terkait banyaknya peserta tes seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS yang tidak lolos passing grade.
Muncul wacana jika passing grade akan diturunkan atau dibuat sistem ranking agar tidak banyak formasi CPNS yang kosong karena banyak peserta yang gagal SKD.
Rencana itu dinilai sangat aneh dan merusak sistem rekrutmen CPNS. "Seperti panggung sandiwara. Buat aturan sendiri dilanggar sendiri. Katanya pemerintah mencari tenaga aparatur sipil negara (ASN) yang kompeten dengan hasil tes Computer Assisted Test (CAT) sebagai tolok ukurnya. Sekarang setelah hasil CAT jeblok ada lagi usahanya untuk menurunkan grade," tutur Titi pada Senin (12/11).
Sikap yang berbeda ditunjukkan untuk penanganan honorer K2. Honorer K2 dinilai tidak kompeten karena tidak lulus tes pada seleksi CPNS tahun 2013. Sudah mengabdi puluhan tahun dan tenaganya dibutuhkan tapi dianggap tidak kompeten.
Baca Juga

Sedangkan tes SKD yang diagung-agungkan untuk mencari hasil yang dianggap kompeten tapi hasilnya di luar dugaan. Sebab, hasil SKD jeblok. Banyak yang di bawah passing grade dan ada rencana akan dibuat aturan lagi untuk menurunkan grade.
"Waduh, benar-benar ini sebuah pukulan lagi untuk K2. Kami merasa diperlakukan tidak adil," ucapnya.
Tahun ini pemerintah sudah menyiapkan formasi CPNS sebanyak 238.050. Namun, formasi itu banyak yang kosong karena tingkat kelulusan sebesar 3-5 persen. Hanya di wilayah tertentu yang tingkat kelulusan 10 persen.
Sumber : www.jpnn.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Honorer K2 Akan Kembali Menerima Ketidakadilan Dari Pemerintah"

Post a Comment