Tenang, Honorer K2 Masih Memiliki Kesempatan

ONEPOIN.CO.ID - Sahabat info Onepoin diseluruh Indonesia khususnya tenaga Honorer, tahukah anda bahwa tuntutan Honorer K2 untuk menyelesaikan permasalahan status masih bisa berjalan karena ada satu kesempatan lagi yang harus dilalui. Ini dia informasi selengkapnya.
Yusril Ihza Mahendra menjadi kuasa hukum guru honorer K2, mengajukan judicial review terhadap Permen PAN-RB Nomor 36 Tahun 2018 Tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil Dan Pelaksanaan Seleksi CPNS tahun 2018.
Yusril ditunjuk oleh Front Pembela Honorer Indonesia (DPP FPHI) sebagai kuasa hukum, menggugat Permen PAN-RB yang memuat batasan usia mendaftar untuk menjadi CPNS 2018 yakni 35 tahun, ke Mahkamah Agung.
"Teman-teman dari guru honorer hadir dan maksud mereka adalah meminta bantuan saya untuk melakukan uji materiel terkait peraturan menteri pendayagunaan aparatur negara terkait dengan batas usia pengangkatan guru honorer di Indonesia menjadi ASN," kata Yusril dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/10).
Baca Juga : Masih Ada Harapan untuk Honorer K2 Tua di Tangan Presiden Jokowi?
Yusril menjelaskan, dalam peraturan Menpan RB dimaksud, guru honorer yang berusia di atas 35 tahun tidak bisa diangkat menjadi PNS. Padahal, sebagian besar guru honorer sudah cukup lama mengabdikan diri menjadi guru tapi dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk dilakukan pengangkatan.
"Mereka yang berumur di atas 35 tahun tidak bisa diangkat lagi. Padahal batas usia pensiunnya sampai usia 60 tahun. Alasannya mengapa sampai 35? Padahal jumlah mereka ini banyak sekali. Makin tua usianya, makin lama mereka menjadi guru honorer," ucap Yusril.
Dia berharap kepada MA dapat membatalkan peraturan batasan usia pengangkatan guru honorer. Dengan demikian, yang diangkat merupakan guru yang memiliki kompetensi, bukan hanya sekadar syarat usia.
"Yang sudah jadi guru honorer 15 tahun tidak bisa diangkat. Jadi ini akan kami uji di Mahkamah Agung. Kalau dibatalkan, mudah-mudahan Presiden Jokowi bisa mempertimbangkan supaya guru honorer ini kalau memenuhi syarat, diangkat, ya diangkat. Jadi tidak perlu ada diskriminasi pengangkatan," harap Yusril.
Menurut Yusril, permasalahan guru honorer yang meminta status pengangkatan merupakan persoalan yang bisa diselesaikan. Asalkan, ada arahan dari pemerintah bagaimana untuk mengalokasikan dana pendidikan secara efektif dan efisien.
Sumber : www.jpnn.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tenang, Honorer K2 Masih Memiliki Kesempatan"

Post a Comment