Presiden Jokowi Layangkan Perintah Keras Kepada Pemda Terkait Honorer

ONEPOIN.CO.ID - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengimbau kepada pemerintah daerah untuk tidak lagi merekrut guru honorer. Selama ini pemda terus mengangkat guru honorer sehingga angkanya kini mencapai sebanyak 725.835 orang.
Masalahnya, ini kemudian menjadi beban bagi pemerintah. Guru honorer yang diangkat pemda menuntut untuk diangkat menjadi PNS.
Padahal menurut ketentuan PP 48/2005 yang kemudian direvisi menjadi PP 43/2007, ada larangan kepada pemda untuk mengangkat honorer lagi.
"Presiden minta ini terakhir kalinya pemerintah urus tenaga honorer. Berikutnya tidak boleh lagi ada pengangkatan guru honorer," ujar Menteri Muhadjir di Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta, Jumat (21/9).
Untuk menjabarkan perintah tersebut, mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini mengaku sudah melayangkan surat kepada pemerintah daerah untuk tidak ada lagi aktivitas atau kebijakan merekrut guru honorer.
Jika ada ditemukan yang masih merekrut akan ada sanksi tegas. Di mana pemerintah pusat tidak akan mengurus guru honorer lagi dan menyerahkan ke daerah.
“Bisa kami pantau, jika ada yang melanggar, akan kami akan langsung kenakan sanksi. Mohon kerja samanya,” tegasnya.
Dia juga kembali mengungkapkan, tahun ini formasi untuk guru sangat besar, yaitu 112 guru usulan dari Kemendikbud. Jumlah ini belum ditambah dengan guru honorer yang akan diangkat lewat jalur pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Sumber : www.jpnn.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Presiden Jokowi Layangkan Perintah Keras Kepada Pemda Terkait Honorer"

Post a Comment