Kok Gubernur Ikut Menolak Peningkatan Status Bencana Lombok?

ONEPOIN.CO.ID - Duka gempa bumi di pulau Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah membuat hati seluruh rakyat Indonesia menangis. Namun, tidak sedikit yang mempersoalkan belum adanya peningkatan status bencana Lombok menjadi bencana nasional.
Sekjen Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pemuda Pelajar Donggo Bima (DPP-IPMDB) Fadlin Guru Don (FGD) menanggapi sikap dari Gubernur NTB Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) yang ikut menolak terhadap status Bencana Nasional untuk gempa Lombok.
“Gubernur NTB tidak boleh politisisasi soal bencana Lombok, jangan karena pemerintah pusat menolak lalu dia ikut-ikutan,” ujar Fadlin Guru Don kepada JPNN.com di Jakarta, Rabu (22/8).
Lebih Lanjut, FGD juga menuding Tuan Guru Bajang tidak memiliki sifat perikemanusiaan. “Dia itu gubernur, harus lebih peka terhadap penderitaan masyarakat, dimana nuraninya?” tanya Fadlin.
Menurut FGD, Gunernur NTB seharusnya memperjuangkan status bencana Lombok menjadi Bencana Nasional bukan justru ikut menolaknya.
“Seharusnya TGB yang mati-matian memperjuangkan status bencana Lombok sehingga berstatus bencana nasional, bukan justru beralih dengan perkataan yang justru menyakiti hati nurani masyarakat. Dia itu kenapa harus lebih memikirkan tempat wisata sementara masyarakat lombok bahkan Sumbawa setiap hari dihantui oleh gempa.”
Lebih lanjut, Dosen Universitas Mercu Buana Jakarta ini juga mempertanyakan apa alasan TGB menolak peningkatan Status Bencana Lombok, NTB.
“Logika apa yang dia pakai sehingga dia tidak setuju bencana lombok dinaikkan menjadi status bencana nasional, padahal semua rumah dan infrakstruktur sudah rata dengan tanah. Bahkan kestabilaan aktifitas pemerintahan juga ikut macet. Kalau dia khawatir soal untung-rugi terkait kunjungan wisatawan, apa iya wisatawan masih mau mengunjungi tempat wisata sementara gempa bumi setiap hari. Benar-benar tidak masuk akal,” kata Fadlin kecewa.
Sumber : www.jpnn.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kok Gubernur Ikut Menolak Peningkatan Status Bencana Lombok?"

Post a Comment