Tiba di Tanah Air, Ini Permintaan Zohri Yang Cukup Mengharukan

ONEPOIN.CO.ID - Sahabat pembaca info Onepoin diseluruh Indonesia, Tahukah anda semua bahwa Setibanya di tanah air, Ini permintaan Zohri kepada pemerintah yang cukup mengharukan.
Juara dunia lari asal Indonesia, Lalu Muhammad Zohri meminta jika polemik asal bendera yang digunakan saat selebrasi usai Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Finlandia, Rabu (11/7) tidak diperpanjang.
"Untuk bendera, kita sudahi saja," ujar Zohri di sela penyambutannya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa malam (17/7).
Saat finis tercepat di kejuaraan dunia, Zohri terlihat mencari offisial dari Indonesia. Namun, untuk mencarinya terlihat membutuhkan waktu yang cukup lama. Kondisi berbeda didapat dua sprinter Amerika Serikat yang langsung mendapatkan bendera untuk selebrasi.
Dalam video yang tersebar di media sosial, Zohri akhirnya mendapatkan bendera Merah Putih. Hanya saja atlet asal Lombok Utara Nusa Tenggara Barat ini tidak menjelaskan dengan detail bendera yang digunakan untuk selebrasi tersebut.
"Yang saya lakukan hanya ingin memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara. Sebelumnya saya tidak yakin. Ternyata kondisi di lapangan berbeda. Ini ada campur tangan dari Tuhan," ungkap Zohri dengan tersedu.
Lalu Muhammad Zohri merupakan atlet Indonesia pertama yang sukses menjadi juara dunia lari 100 meter meski untuk kategori U-20. Atlet yang masih berusia 18 tahun ini meski berada di lintasan delapan mampu menggebrak atlet negara lain yang selama ini menguasai nomor tersebut.
Salah satu atlet yang disiapkan untuk Asian Games tahun 2018 ini mampu membukukan catatan waktu 10,18 detik. Zohri mampu mengalahkan dua sprinter asal Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison, yang masing-masing mencatatkan perolehan waktu 10,22 detik.
Waktu yang dicatatkan oleh atlet asal Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat ini hanya terpaut tipis dengan catatan waktu mantan sprinter Indonesia, Suryo Agung Wibowo yaitu 10,17 detik yang ditorehkan pada SEA Games tahun 2009 di Laos.
Atas prestasi tersebut, Zohri banyak mendapatkan apresiasi termasuk dari Presiden Joko Widodo. Bonus juga terus mengalir pada atlet yatim piatu ini. Kementerian Pemuda dan Olahraga memberi bonus sebesar Rp 250 juta, selain itu juga perbaikan rumahnya di Lombok Utara.
Sumber : www.beritasatu.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tiba di Tanah Air, Ini Permintaan Zohri Yang Cukup Mengharukan"

Post a Comment