Sejak Awal, Pemberian THR PNS dari Pemerintah Bertujuan Politis

ONEPOIN.CO.ID - Di Indonesia bukan hanya muslim yang difasilitasi pemerintah untuk memperingati hari rayanya, tetapi juga umat beragama lain. Tetapi kata “tunjangan hari raya”  (THR) justru lebih semarak menjelang Idul Fitri hari raya bagi kaum muslim.
Wajar saja. Sebab pencetus pemberian THR juga lembaga Islam di era Orde Lama yang tujuannya politis. Seperti diungkapkan Bonnie Triyana pada kolomnya di historia.id  uang tunjangan yang diberikan pada setiap akhir Ramadhan itu diinisiasi era kabinet Soekiman Wirjosandjojo dari partai Masyumi.
Pada saat itu Soekiman sangat mengharapkan para ambtenaar tersebut terus mendukung kebijakan kabinet pimpinannya yang dilantik oleh Presiden Soekarno pada April 1951. Seperti diungkap pada Kolom Bonnie Triyana di Historia.id, para pamong saat itu kebanyakan berafiliasi ke Partai Nasional Indonesia (PNI) yang mendukung Soekarno.
Di zaman itu gaji pegawai pemerintah memang dianggap sangat kecil sehingga masuk akal jika mengambil hati mereka melalui tunjangan tersebut. Para pegawai pemerintah pun bisa berlebaran dengan hati yang lega, apalagi selain THR mereka juga memperoleh beras dari Pemerintahan Soekiman.
Menurut Saiful Hakam, peneliti muda LIPI, kabinet Soekiman membayarkan THR kepada pegawai negeri mulai dari sebesar Rp125 yang waktu itu setara dengan 11 dolar AS sampai dengan Rp200 atau setara 17,5 dolar AS.
Tetapi kebijakan tersebut mendapat protes keras dari kaum buruh karena dinilai pemerintah pilih kasih. Gelombang unjuk rasa pun  mengerucut pada aksi mogok buruh pada 13 Februari 1952 menuntut hal yang sama dengan pegawai pemerintah.
Protes itu pun dihadapi oleh tentara yang membungkam teriakan para buruh pada waktu itu.
Baru pada tahun 1994 pemerintah secara resmi mengatur perihal THR secara khusus. Peraturannya dituangkan alam Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. 04/1994 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja di perusahaan.
Dalam peraturan tersebut, dijelaskan bahwa pengusaha wajib untuk memberikan THR kepada para pekerja yang telah bekerja selama tiga bulan secara terus menerus ataupun lebih.
SUmber : asn.id

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sejak Awal, Pemberian THR PNS dari Pemerintah Bertujuan Politis"

Post a Comment