Gaji Guru Tidak Tetap (GTT) Sangat Rendah, Masih Aja Dipotong

ONEPOIN.CO.ID - Kabar bahwa gaji guru tidak tetap di bawah standar memang sudah lama menggaung.
Nah, karena itu kalau masih ada yang tega untuk memotong penghasilan mereka, tindakan itu sungguh sangat disesalkan. PGRI prihatin.
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Gresik Arief Susanto menyatakan prihatin ketika mendengar keluhan guru-guru tidak tetap (GTT) di SMA Negeri 1 Kebomas.
Upah mereka dipotong sana-sini. Bahkan, ada yang sampai tersisa sekitar Rp 100 ribu saja. Padahal, tegas Arief, saat ini saja gaji para GTT masih belum tergolong layak.
"Gaji GTT-PTT masih sangat kecil," katanya. Karena itu, PGRI tetap terus memperjuangkan nasib para GTT agar memperoleh imbalan yang layak.
Meski, status mereka masih belum pegawai negeri sipil (PNS). Perjuangan PGRI itu dilakukan mulai tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.
''Gaji (GTT-PTT, Red) masih di bawah UMK. Sementara mereka sudah mengabdi selama bertahun-tahun," ujarnya.
Menurut Arief, pengalihan tunjangan kesejahteraan GTT-PTT dari Pemerintah Provinsi Jatim untuk biaya operasional sekolah tidak bisa berlaku secara khusus di SMAN 1 Kebomas.
Namun, harus menyeluruh. Seharusnya bukan hanya di wilayah Gresik saja, tetapi juga SMA/SMK se-Jatim.
PGRI juga meminta Cabang Dispendik Wilayah Gresik melakukan klarifikasi ke sekolah-sekolah.
''Harus ada kroscek. Apakah kebijakan itu (pemotongan tunjangan kesejahteraan, Red) juga berlaku di SMA/SMK lain," tutup Arief. 
Sumber : www.jpnn.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Gaji Guru Tidak Tetap (GTT) Sangat Rendah, Masih Aja Dipotong"

Post a Comment