Terkait Soal Ujian Yang Sulit, Ini Alasan Menteri Muhadjir

ONEPOIN.CO.ID - Banyak kritik tentang tingginya tingkat kesulitan soal ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tahun ini tak membuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menurunkan kesulitannya untuk tahun depan.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy bahkan mengungkapkan hal tersebut sebagai cara untuk meningkatkan kemampuan siswa sesuai dengan standar internasional.
“Soal UNBK tahun 2018 menerapkan standar internasional dari Bank Dunia yaitu Programme for International Student Assessment (PISA),” kata Muhadjir di Jakarta, Rabu.
Menurut mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu selama ini Indonesia masih menerapkan prinsip “low order thinking skill.” Jika ingin menaikkan daya saing manusia Indonesia di lingkungan global maka sangat perlu untuk menerapkan high order thinking skill seperti beberapa soal yang diujikan pada UNBK.
Muhadjir menjelaskan soal-soal yang berkategori high order pada UNBK tahun ini baru sebesar delapan persen. Padahal standar PISA soal seperti itu setidaknya 25 persen dari seluruh soal yang diujikan.
"Soal yang tidak susah memang tidak banyak, paling hanya enam soal, sisanya soal yang tingkat kesulitannya rendah dan menengah," tutur Muhadjir.
Tahun depan pemerintah akan menaikkan persentase soal high order itu menjadi 15 persen dari seluruh soal yang diujikan. Kenaikan tersebut akan dilakukan secara bertahap sehingga mencapai standar PISA yaitu sebesar 25 persen soal berciri high order.
Meski begitu dia tetap mengapresiasi kritik yang dilontarkan dari siswa-siswa SMP. Sebab cara menyampaikannya baik.
"Saya senang cara kritik mereka yang positif, disampaikan secara jenaka tanpa umpatan," pungkas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
Sumber : asn.id

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Terkait Soal Ujian Yang Sulit, Ini Alasan Menteri Muhadjir"

Post a Comment