Terkait Informasi 100 Ribu Guru Honorer jadi CPNS, Ini Kata BKN

ONEPOIN.CO.ID - Usulan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy untuk mengangkat Sebanyak 100 ribu guru honorer menjadi CPNS, dinilai bisa membuat beban keuangan negara makin bertambah.
Itu sebabnya, harus dihitung betul apakah yang sebanyak 100 ribu itu masuk kuota sekarang atau di luar itu.
"Kalau pemerintah mengangkat sebanyak 100 ribu guru, siapa yang akan menggaji mereka. Apakah pemerintah pusat atau daerah," kata Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana kepada JPNN, Senin (9/4).
Bila daerah yang menggaji, lanjutnya, akan dilihat pemda mana saja yang bisa memenuhinya. Mengingat banyak daerah yang belanja pegawainya di atas 50 persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
"Jadi harus diidentifikasi terlebih dulu. Usulan sebanyak 100 ribu ini mungkin kuotanya akan diberikan tapi distribusinya ini yang harus dihitung betul. Kemungkinan enggak akan sejumlah itu juga yang diberikan," tandasnya.
Tiap tahunnya, jumlah guru PNS yang pensiun sebanyak 60 ribu. Sementara kekurangan guru sekira sebesar 739 ribu orang.
Diberitakan sebelumnya, Muhadjir Effendy menginginkan, dalam rekrutmen CPNS tahun ini, agar ada alokasi sebanyak 100.000 CPNS untuk guru.
Saat ini ada sekitar 736 ribu guru honorer. Jika Kemenpan-RB menyetujui ada 100.000 guru honorer diangkat jadi CPNS, maka diperlukan waktu selama tujuh tahun agar semua guru honorer bisa diangkat jadi CPNS.
Muhadjir khawatir jika Kemenpan-RB tidak menyetujui untuk membuka lowongan sebanyak 100 ribu CPNS dari guru honorer tahun ini, maka permasalah guru honorer akan semakin berlarut.
Sumber : www.jpnn.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Terkait Informasi 100 Ribu Guru Honorer jadi CPNS, Ini Kata BKN"

Post a Comment