Pertamina Tidak Lagi Punya Hak Istimewa

ONEPOIN.CO.ID - PT Pertamina (Persero) tidak lagi mempunyai hak istimewa untuk mengelola blok migas terminasi atau yang habis kontrak.
Hal tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Wilayah Kerja (WK) Migas yang Akan Berakhir Kontrak Kerja Samanya.
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi menyatakan, peraturan itu diterbitkan untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi migas.
Selain itu, aturan tersebut juga untuk menjaga kelangsungan investasi pada WK Migas yang kontrak kerja samanya yang akan berakhir.
’’Hasil akhirnya, manfaat yang sebesar-besarnya bagi negara,’’ kata Agung, Senin (30/4).
Dalam permen itu disebutkan juga bahwa penetapan pengelolaan WK migas yang kontrak kerja samanya berakhir dibagi menjadi dua opsi.
Pilihan pertama adalah perpanjangan oleh kontraktor existing. Jika kontraktor existing tidak berminat, baru akan masuk opsi kedua.
Yaitu pengelolaan oleh Pertamina serta pengelolaan bersama antara kontraktor existing dan Pertamina atau dilelang.
Dengan demikian, kontraktor existing yang telah berinvestasi dan berproduksi selama masa kontrak juga memiliki peluang yang adil untuk mendapat perpanjangan kontrak.
Selain itu, Pertamina juga tetap bisa mengajukan permohonan pengelolaan blok migas yang akan berakhir.
’’Bagi pemerintah, yang penting adalah mana yang lebih memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi negara,’’ jelas Agung.
Salah satu syarat yang dievaluasi dalam permohonan pengelolaan blok migas adalah bonus tanda tangan. Adapun besaran bonus tanda tangan tersebut paling sedikit USD 1 juta dan paling banyak USD 250 juta.
’’Ini adalah terobosan dalam rangka mencapai manfaat yang sebesar-besarnya bagi negara,’’ sambung Agus.
Sumber : www.jpnn.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pertamina Tidak Lagi Punya Hak Istimewa"

Post a Comment