BAWASLU TOLAK GUGATAN PARTAI IDAMAN, INI PERINTAH BANG RHOMA

ONEPOIN.CO.ID - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dengan tegas menolak seluruh permohonan Partai Islam Damai Aman (Idaman), Partai Suara Rakyat Indonesia (Parsindo) dan Partai Rakyat untuk menjadi parpol peserta pemilu 2019.
Ditolaknya gugatan Partai Idaman, partai yang dipimpin oleh H. Rhoma Irama, menjadi agenda putusan pertama yang disampaikan oleh pihak Bawaslu.
Ketua Bawaslu Abhan dalam putusannya menyatakan menolak eksepsi Komisi Pemilihan Umum selaku termohon, sekaligus menolak permohonan dari partai Idaman.
"Menolak permohonan termohon untuk seluruhnya," kata Abhan membacakan putusan Partai Idaman. Putusan dengan bunyi yang sama juga dibacakan Abhan untuk dua partai yang lain yaitu Parsindo dan Partai Rakyat.
Pertimbangan Bawaslu untuk menolak permohonan tiga partai itu memang kurang lebih sama. Baik partai Idaman, Parsindo mauapun Partai Rakyat berstatus partai yang mendaftarkan diri sebagai peserta pemilu.
Namun, berdasarkan berita acara yang diterbitkan KPU RI pada tanggal 22 Desember 2017, ketiganya dinyatakan tidak memenuhi persyaratan verifikasi administrasi.
"Termohon juga telah mengajukan permohonan sengketa di Bawaslu dan dinyatakan ditolak,"ucap Afifudin, komisioner Bawaslu membacakan pertimbangan penolakan Partai Idaman.
Dalam hal ini, muncul putusan mahkamah Konstitusi terkait dengan pembatalan pasal 173 UU nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Konsekuensi putusan MK itu, KPU menerbitkan peraturan KPU nomor 6 tahun 2018 yang memerintahkan untuk dilakukan verifikasi faktual berdasar putusan MK.
PKPU tersebut menjadi landasan bagi partai Idaman dan dua partai lain untuk mengajukan sengketa, karena tidak diverifikasi faktual oleh KPU. Bawaslu menilai gugatan itu tidak bisa diterima, karena dari awal Idaman, Parsindo dan Partai Rakyat tidak lolos verifikasi administrasi berdasarkan PKPU nomor 7 tahun 2017.
"Ketentuan PKPU nomor 6 tahun 2018 tidak menghapus proses verifikasi berdasar PKPU nomor 7 tahun 2017," kata Ratna Dewi, komisioner Bawaslu. Oleh karena itulah, dengan dasar hasil verifikasi tanggal 22 Desember 2017, para pemohon telah dinyatakan tidak lolos verifikasi.
Bawaslu dalam hal ini tidak bisa mengabulkan gugatan sebagai peserta pemilu karena ketiga partai tersebut tidak bisa melalui tahapan sebagaimana aturan UU Pemilu.
"Termohon tidak bisa mengajukan fakta dan bukti baru, sehingga permohonan dari pemohon ditolak," kata Rahmat Bagja, membacakan pertimbangan untuk Partai Rakyat.
Putusan Bawaslu itu tidak membuat Partai Idaman patah arang. Sekretaris Jenderal Partai Idaman Ramdansyah menegaskan akan melanjutkan proses sengketa itu di Pengadilan Tata Usaha Negara. "Karena sudah diputus oleh Bawaslu, kami punya hak ke PTUN," tegas Ramdansyah menyatakan, sesuai dengan UU Pemilu, sengketa partai bisa diajukan selambat-lambatnya 5 hari pasca putusan Bawaslu. Proses di PTUN sendiri juga tidak berlangsung lama.
Aturan UU Pemilu menyatakan sengketa parpol peserta pemilu dilakukan dalam tempo 21 hari. "Perintah Bang Rhoma adalah menggugat hasil ini ke PTUN," ungkapnya.
Pada bagian lain, KPU kemarin masih melakukan pembahasan terkait dengan putusan Bawaslu yang menetapkan Partai Bulan Bintang menjadi peserta pemilu. Komisioner KPU Ilham Saputra menyatakan, KPU belum bisa mengambil keputusan karena masih menunggu salinan keputusan Bawaslu terkait dengan PBB.
"Kami belum menerima surat dari Bawaslu. Maka dari itu kami masih belum bisa memutuskan apa-apa terkait dengan dikabulkannya PBB sebagai peserta pemilu," kata Ilham.
Ilham menyebut, tanpa salinan putusan itu, KPU tidak bisa mengambil sikap. Sebab, salinan putusan itu digunakan sebagai analisa atas putusan Bawaslu. "Jadi prinsipnya adalah kami masih menanti surat putusan itu," ujarnya.
Pasca putusan Bawaslu atas tiga partai kemarin, Bawaslu menjadwalkan akan membacakan putusan untuk Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Rencananya, sore ini putusan atas PKPI akan disampaikan oleh Bawaslu. Sebagaimana keputusan KPU, PKPI juga dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. 
Sumber : https://www.jpnn.com

Demikian informasi ini untuk anda, semoga bermanfaat saja ya... Teima kasih.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "BAWASLU TOLAK GUGATAN PARTAI IDAMAN, INI PERINTAH BANG RHOMA"

Post a Comment