TERUNGKAP, BERIKUT DIALOG JOKOWI DAN MEGAWATI SAAT SUSUN KABINET KERJA

ONEPOIN.CO.ID - Ternyata ada kisah yang baru-baru ini terungkap ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertanya kepada Ketua Umum PDI Perjuangan yang juga Presiden RI Kelima, Megawati Soekarnoputri soal bagaimana susunan kabinet akan dibentuk di awal pemerintahan.
Kisah tersebut diungkapkan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, saat mengikuti perayaan Idul Adha 1938 Hijriyah di Masjid Al-Huda, Teggumung Wetan, Surabaya, yang dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, Jumat (1/9/2017).
Megawati lalu menekankan kepadaPresiden  Jokowi, bahwa kalau keempat kekuatan ini bersatu, maka ‎Indonesia yang adil dan makmur akan terwujud dengan baik.
Selanjutnya, kata Hasto, Megawati juga mengingatkan Presiden Jokowi, bahwa Islam yang masuk ke Indonesia adalah Islam yang membangun peradaban. Islam yang masuk dengan tradisi perdagangan.
"Karena itulah perkuat ekonomi rakyat, libatkanlah umat Islam dalam kegiatan ekonomi itu. Karena inilah subjek sejati Islam yang ada di Indonesia," ungkap Hasto mengutip pernyataan Megawati.
Hasto secara pribadi mengatakan, sikap demikian berbeda dengan tradisi di Orde Baru, dimana Islam dijauhkan dari perdagangan. Dilanjutkan dia, oleh karena itulah Presiden Jokowi, bersama dengan Nahdatul Ulama dan Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Mar'uf Amin, membangun ekonomo untuk Ummat.
"Itulah prinsip ketuhanan yang menyatu dengan tradisi kemanusiaan yang adil dan beradab. Tanpa ketuhanan yang bicara soal keadilan dan beradab, tak akan ada artinya," kata Hasto, seperti dikutip dari keterangannya kepada Tribunnews.com, Jumat (1/9/2017). Hasto juga menyampaikan bahwa Idul Adha bukan hanya sekedar jalan pengorbanan demi keyakinan‎ kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tapi juga sebagai cerminan bagaimana kepasrahan jiwa sebagai umat kepada Sang Maha Pencipta.
Melalui itu, Ummat juga tak hanya menempuh jalan keimanan, tetapi juga menempuh jalan pengabdian bagi bangsa dan negara. ‎Dia mengaku sudah tiga tahun terakhir berada di Jawa Timur untuk merayakan Idul Adha, demi menyatu dengan Wong Cilik.
Dan bicara Wong Cilik, yang di bawah adalah adanya kaum Nahdliyin dan Marhaen. Jawa Timur memang punya arti yang bersejarah bagi partainya. Sebab di Jawa Timur, Bung Karno lahir dan belajar Islam sebagai semangat pembebasan dengan HOS Tjokroaminoto.
Islam lah yang memberikan inspirasi kepada watak patriotisme dan nasionalisme Bung Karno. Jawa Timur juga merekam jejak historis kultural PDIP dengan Nahdatul Ulama.
Pada Oktober tahun 1945, Bung Karno berkonsultasi dengan para ulama yang menghasilkan Resolusi Jihad. Lahirlah inspirasi untuk menggerakkan rakyat membela kemerdekaan dengan mengorbankan jiwa dan raga pada 10 November 1945.
"Oleh Pak Jokowi kemudian dijadikanlah momen itu sebagai peringatan Hari Santri, demi memperingati bagaimana Resolusi Jihad menggerakkan rakyat di Jatim menjadi benteng kemerdekaan," kata Hasto.
"Dengan semangat Idul Adha ini, mari bumikan Pancasila, kita kobarkan ‎ semangat pengorbanan untuk bangsa dan negara, dengan semangat dedication of life," imbuhnya.
Selain Syaifullah Yusuf, hadir juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur yang Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Kusnadi. Dilakukan penyembelihan hewan kurban berupa 10 ekor sapi dan 10 ekor kambing. Hasto dan Kusnadi disambut dengan meriah di mesjid yang dibangun dengan gotong royong itu.
Demikian informasi ini kami bagikan kepada rekan-rekan pembaca, semoga memberikan manfaat, dan terima kasih atas kunjungan anda.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "TERUNGKAP, BERIKUT DIALOG JOKOWI DAN MEGAWATI SAAT SUSUN KABINET KERJA"

Post a Comment