Wahai Dunia… Lihatlah, Aleppo Dibombardir Habis-habisan Oleh Teroris Assad

ONEPOIN.CO.ID -  Tertunda sehari, evakuasi warga sipil dari Kota Aleppo akhirnya berlangsung kemarin (15/12). Sekitar 5.000 pejuang oposisi bersenjata dan keluarganya akan meninggalkan Aleppo dalam evakuasi tahap pertama. Namun, sebuah insiden mewarnai evakuasi yang melibatkan Palang Merah Internasional (ICRC) tersebut.

Tentara pro-Assad menyerang konvoi ambulans yang bertugas mengevakuasi warga sipil yang terluka dan pasien-pasien rumah sakit Aleppo. Akibat serangan brutal tersebut, sedikitnya satu orang meninggal.


”Mereka menembaki kami dan iring-iringan ambulans. Kelompok sukarelawan di depan kami yang bertugas membuka jalan dan mengawal juga menjadi sasaran tembak,” ujar juru bicara pasukan pemadam kebakaran.

Selain menewaskan satu orang, serangan tersebut mengakibatkan beberapa yang lain terluka. Tapi, insiden itu tidak membuat proses evakuasi terhenti. Iring-iringan ambulans yang lain tetap melaju.

Demikian juga halnya dengan konvoi sekitar 20 bus pengangkut warga sipil. Dari kantong-kantong oposisi di sisi timur Aleppo, rombongan diungsikan ke Kota Idlib yang menjadi pertahanan utama oposisi Syria.

Atas masukan PBB dan ICRC, para pasien dan warga yang terluka menjadi prioritas utama. Kemarin selain 100 relawan, ICRC menyediakan 10 ambulans untuk memperlancar proses evakuasi.

”Setelah mereka yang terluka, anak-anak dan warga yang sebatang kara menjadi prioritas selanjutnya,” kata Jan Egeland, penasihat kemanusiaan PBB untuk Syria.

Proses evakuasi warga Aleppo akan memakan waktu dua atau tiga hari. Sebab, ribuan atau bahkan puluhan ribu warga terjebak di kota terbesar kedua Syria tersebut.

Meski Aleppo yang semula dikenal sebagai kota yang cantik sudah menjadi reruntuhan, tetap masih ada beberapa warga yang memilih bertahan di sana. Pihak berwenang pun tidak bisa memaksa mereka untuk mengungsi. Seiring dengan berlangsungnya proses evakuasi, asap hitam mengepul di sudut-sudut kota. Sebab, warga yang mengungsi sengaja membakar barang-barang yang tidak bisa mereka bawa masuk ke dalam bus.

”Di halaman depan gedung-gedung yang menjadi tempat tinggal warga ada tumpukan kertas atau pakaian yang dibakar,” jelas seorang penduduk Aleppo. Selain itu, mereka menyampaikan salam perpisahan terhadap Aleppo di media sosial.

Kementerian Rusia melaporkan, pihaknya memanfaatkan pesawat-pesawat kecil tanpa awak alias drone untuk memantau proses evakuasi. Mengimbangi aksi Moskow itu, Ankara menerjunkan tim untuk mengawasi evakuasi.

Dua pihak pencetus gencatan senjata tersebut berusaha memastikan evakuasi berjalan sesuai rencana. Sebab, warga Aleppo sudah terlalu lama bertahan dalam penderitaan.
”Turki tidak akan membiarkan penduduk Aleppo (menderita, Red) sendirian,” tegas Presiden Recep Tayyip Erdogan sebagaimana dilansir kantor berita Anadolu.

Pemimpin 62 tahun tersebut mengimbau masyarakat internasional untuk ikut mendukung kelancaran gencatan senjata. Dia juga meminta semua koridor kemanusiaan di republik tepi Laut Mediterania tersebut dibuka. Semua itu akan dilakukan demi jaminan keamanan dan keselamatan warga.

Sementara itu, Bana Alabed yang mencuri perhatian dunia karena terus-menerus melaporkan perkembangan Aleppo lewat akun Twitter-nya kembali muncul. Rabu (14/12) dia mengeluhkan minimnya perhatian masyarakat internasional terhadap Aleppo.

”Wahai dunia, kami sedang dibombardir tanpa henti sekarang ini. Mengapa kalian semua diam saja? Mengapa? Mengapa? Mengapa?” tulis Fatemah, ibunda Bana, lewat @AlabedBana.

Fatemah juga mengungkapkan, kecemasannya secara langsung kepada Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu lewat Twitter. Dia mengaku punya harapan besar saat pemerintah mengumumkan evakuasi Selasa (13/12).
Namun, harapannya sirna saat evakuasi ditunda.
”Teruslah pelihara harapanmu, Saudariku. Turki mendengarkan suaramu,” jawab Cavusoglu dalam cuitannya.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Wahai Dunia… Lihatlah, Aleppo Dibombardir Habis-habisan Oleh Teroris Assad"

Post a Comment