Dinilai Melanggar Toleransi Beragama karena Fatwa Larangan Menggunakan Atribut Agama Lain, DPR akan Panggil MUI !!

ONEPOIN.CO.ID – Fatwa yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia terkait larangan menggunakan atribut agama lain menimbulkan polemik. Karena hal itu dinilai melanggar toleransi umat beragama yang selalu dijaga masyarakat indonesia. Komisi VIII DPR akan segera memanggil Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait fatwa yang dikeluarkan soal pelarangan muslim menggunakan atribut agama lain, setelah masa reses berakhir 9 Januari 2017.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Abdul Malik Haramain mengaku pemangilan MUI itu untuk meminta penjelasan, agar tidak menimbulkan polemik baru di masyarakat.
“Meminta penjelasan dari MUI terkait beberapa fatwanya yang menurut kami tidak relevan,” ujar Malik kepada JawaPos.com, Senin (19/12).
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menduga adanya fatwa tersebut akan mengganggu kebebasan toleransi antaragama di Indonesia yang selama ini sudah terbangun dengan baik. “Cukup mengganggu sikap toleransi hubungan antara agama,” katanya.
Oleh sebab itu dia menyarakan kepada MUI sebaiknya bijak dan berpikir sebab dan akibat terkait fatwa yang telah dikeluarkan. Agar tidak menimbulkan kegaduhan baru di tengah masyarakat.
“Fatwa MUI harus dipikirkan efek jangka panjangnya karena sekali lagi Indonesia dikenal sebagai negara toleran,” pungkasnya.
Demikian berita dan informasi yang dapat kami bagikan untuk anda sahabat onepoin.co.id. semoga bermanfaat. Terima kasih karena tetap setia bersama kami Onepoin.co.id, situs berita nasional terupdate dan terpercaya di Indonesia. Jangan lupa like, bagikan dan comment ya guys... 

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Dinilai Melanggar Toleransi Beragama karena Fatwa Larangan Menggunakan Atribut Agama Lain, DPR akan Panggil MUI !!"

  1. MUI sebagai lembaga Islam udah tepat mengeluarkan fatwa yg berhub dgn aqidah, selama ini ummat dimanfaatkan Kafirun,yg secara tdk disadari ummat yg terpebgaruh tlah kufur

    ReplyDelete
  2. Upaya gol tertentu untuk ngecek lapangan.......kalau bersambut. Akan ditruskan ke rencana lanjutan...pak Jokowi tolong diperluas zona scannya...sepertinys ada "sesuatu".

    ReplyDelete