Ssstt...Amerika Pantau ISIS dari Manado

ONEPOIN.CO.ID--Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) menohok ISIS terlibat demo anti Ahok. Amerika Serikat tidak diam dan pasang kuda-kuda? Entahlah. Yang pasti, tatkala penggalangan 500 ribu massa menggoyang ibukota pada 4 November esok, Angkatan Udara USA (US Army) berdemonstrasi di langit Manado. Bisa dikatakan, demo besar-besaran anti Ahok terpantau Amerika dari Sulut. 

Ya, sudah hampir empat hari, sejak Senin (31/10), TNI Angkatan Udara (AU) Republik Indonesia (RI) latihan gabungan (Latgab) bersama US Army. Latihan militer ini, digelar di Pangkalan Udara Sam Ratulangi (Lanudsri) Manado, tepatnya di apron Bandara Sam Ratulangi. Skadron yang terlibat dari TNI AU yaitu Skadron Udara 3 Wing 3 Lanud Iswahjudi dan US milik Korps Marinir AS.
Pesawat tempur berteknologi canggih digunakan kedua angkatan bersenjata tersebut. Sebanyak enam pesawat F-16 milik TNI AU dan enam pesawat F-18 Hornet Skadron 3 VMFA (Aw). Pesawat SAR, 1 Helly Super Puma dengan Tim SAR 6 personel dari Yonko 466 Paskhas. Juga, pesawat dukungan C-130 Hercules dan C-17 Globe Master. Melibatkan 250 personel TNI AU dan 225 personel US Army. Hingga 11 November, masyarakat Bumi Nyiur Melambai akan menyaksikan pesawat-pesawat tempur, lalulalang di seputaran langit Sulut.
Namun, menurut informasi yang didapat harian ini, diduga kuat Amerika sengaja memilih Sulawesi Utara, sebagai lokasi melaksanakan latihan militer. Tidak lain untuk memantau aksi demo 4 November di DKI Jakarta. Pasalnya, muncul dugaan adanya gerakan kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), yang coba-coba ‘bermain’, di balik demo besar menuntut Petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, diadili karena diduga melakukan penistaan agama.
Namun, menurut Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Makassar Marsekal Pertama TNI Nanang Santoso mewakili Asisten Operasi Kasau, Latgab dengan sandi operasi ‘Cope West’, merupakan kesempatan untuk meningkatkan persahabatan dan kerjasama Indonesia-Amerika. “Pada Cope West 2016 ini, setelah beberapa tahun lamanya, kita kembali melaksanakan latihan dengan keterlibatan pesawat tempur kedua bela pihak. Ini merupakan perkembangan yang sangat baik antara kedua negara,” ungkap Santoso.
Diharapkannya, Latgab bisa mencapai beberapa sasaran untuk meningkatkan kemampuan para penerbang, memberikan pengalaman kepada para pilot tentang pelaksanaan prosedur operasi udara gabungan dan untuk membangun hubungan perorangan. “Guna meningkatkan hubungan baik antara TNI AU  dan US Military. Dan yang terpenting bisa melaksanakan latihan dengan aman dan sukses,” terangnya.
Sementara itu, diungkapkan Kuasa Usaha Ad-Interim Kedubes Amerika Serikat Brian McFeeters, kerjasama pertahanan AS–Indonesia tidak pernah lebih kuat atau lebih komprehensif dari pada sekarang ini. Ia pun mengakui, bangga menjadi mitra utama bagi Indonesia dalam latihan bersama dan kerjasama lainnya dalam bidang pertahanan.
Terkait kekuatan kemitraan strategis antara AS-Indonesia, McFeeters mengatakan Amerika adalah kawan dekat dan mitra antusias untuk Indonesia di berbagai bidang. “Termasuk dalam memperkuat bidang penerbangan dan pertahanan di Indonesia. Serta diharapkan kelanjutan hubungan yang lebih kuat dan semakin berkembang,” tegasnya.
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE, memberi kesempatan kepada tentara Amerika mau latihan di Sulut. Orang nomor satu di Sulut tersebut menambahkan, latgab adalah sesuatu yang sangat surprise bagi warga Sulut. Karena daerah ini, kata Olly sementara melaksanakan dan mencanangkan pariwisata untuk mendunia. “Untuk pertama kali setelah 19 tahun lalu, kembali ada latihan kerjasama tentara Amerika dan tentara Indonesia di Sulawesi Utara,” sebut Olly.
“Saya kira ini hal yang sangat baik. Di samping itu juga perbatasan kita lebih aman, karena ada, pengamanan-pengamanan yang dilakukan dalam latihan ini," kata Olly sembari mengharapkan, tiap tahun kalau tentara Amerika mau latihan, latihan disini saja, supaya wilayah perairan Sulut menjadi aman.
Mewakili angkatan bersenjata AS, Letnan Kolonel Marinir Stephen McClune menekankan, pentingnya menggelar latihan bersama. “Indonesia adalah mitra regional yang kuat dan kami menggunakan kesempatan latihan ini untuk meningkatkan ketrampilan teknis. “Militer AS dan Indonesia juga diuntungkan dengan adanya penggunaan jenis pesawat yang sama. Kesamaan ini lebih memudahkan kami untuk bekerja sama dalam mengatasi masalah-masalah regional,” tandasnya.
Danlanudsri Manado Kolonel Djoko Tjahjono mengungkapkan, latihan ini merupakan salah satu contoh dari banyak kegiatan kemitraan Amerika dan Indonesia. “Dalam menghadapi tantangan regional dalam bidang politik dan keamanan di kawasan Asia-Pasifik,” pungkasnya.
Sementara itu, Unsur TNI dan jajaran Polda Sulut rapatkan barisan mencegah ancaman teror dari kelompok radikalisme. Rabu (2/11) kemarin, sekira 600-an personel dilibatkan, dalam upacara bertajuk ‘Apel Kebangsaan’ di Mapolda Sulut.
Hal ini dilakukan menyikapi berbagai perkembangan yang terjadi akhir-akhir ini. Kesiapsiagaan kontijensi Provinsi Sulut. Sehingga, segenap elemen masyarakat Sulut yang terdiri dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan lainnya, menyatukan tekad menolak segala bentuk aksi radikal dari kelompok radikalisme, pro kekerasan dan intoleransi serta paham ISIS.
“Menolak berbagai macam isu-isu yang berkembang yang ingin memecah belah persatuan, memberantas penyalahgunaan narkoba serta berkomitmen menjaga stabilitas kamtibmas di Sulawesi Utara,” ungkap Kapolda Irjen Pol Wilmar Marpaung. Dirinya juga mengajak masyarakat tetap tenang. “Mohon jangan terprovokasi dengan isu-isu yang disebar pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” imbau jenderal bintang dua tersebut.
Apel kebangsaan ini pun ditutup rangkaian doa bersama pemuka agama di Sulut Protestan, Katolik, Islam, Hindu, dan Buddha. Apel Kebangsaan dipimpin Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE, yang dihadiri Pejabat Forkopimda Sulut. Kata Olly, apel ini sebagai upaya menegakkan hukum, melindungi dan mengayomi serta melayani masyarakat guna menjamin terwujudnya rasa aman, tentram. “Kegiatan ini juga sebagai upaya untuk meningkatkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” kata gubernur.
Hal tersebut menurutnya demi terciptanya situasi yang kondusif pada Bumi Nyiur Melambai. Pada Apel kebangsaan tersebut, juga diberikan penghargaan kepada tiga orang yang mewakili institusinya masing-masing yaitu Serma DD Laheping (Babinsa Koramil 02 Wenang), Bripka Vengky Songke (Bhabinkamtibmas) dan Harson Mokodompit (Kepala Dusun IV Desa Pair Putih, Kecamatan Sang Tombolang). Ketiganya mendapat penghargaan karena berperan aktif dalam pembinaan kamtibmas di daerahnya masing-masing. Apel Kebangsaan dilaksanakan juga di kabupaten dan kota se-Sulut. 
Sumber: manadopostonline.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ssstt...Amerika Pantau ISIS dari Manado"

Post a Comment