Ahok Terduga Pemalsuan Dokumen Proyek Di Belitung,Lari Saat Di tanya Wartawan


ONEPOIN.COM--Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)  tidak mau menanggapi atau tutup mulut saat ditanyakan kasus dugaan korupsi pembangunan dermaga Manggar di Belitung Timur senilai Rp22 Miliar.

Saat dikonfimasi, Selasa (17/5/2016), mantan Bupati Belitung Timur itu enggan menanggapi. Dirinya hanya diam, dan berlalu begitu saja.

Kasus dugaan korupsi pembangunan dermaga Manggar sempat tertunda penanganannya karena situasi politik tahun 2012 yang masih dalam suasana pemilihan gubernur (Pilgub) DKI Jakarta.

Harus Diusut

Menanggapi hal ini, anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI, Prabowo Soenirman mengemukakan, apabila hal tersebut benar adanya pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) hendaknya segera memeriksa. "Kalau benar adanya, ya memang harus diusut. Benar atau tidak itu," katanya saat dihubungi di Jakarta,

Prabowo berharap Kejagung jangan tebang pilih.  "Kalau memang benar ya harus diperiksa. Tapi kalau tidak ya, nama Ahok harus dipulihkan," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi berharap, pihak Kejakgung  segera panggil Ahok. "Kejagung tak boleh berlama-lama dalam memproses dan  jangan tebang pilih," terangnya saat dihubungi di Jakarta,

Uchok menantang Ahok. "Tapi kalau ahok jagoan, gw tantang ke Kejagung, berani ga," ujarnya menantang.

Menurut Uchok, sebagai langkah awal, Kejagung punya peran vital. "Yang penting panggil dan periksa dulu aja," tegasnya.

RTRW
Kasus ini berawal tahun 2003 lalu saat Belitung Timur mempersiapkan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kabupaten Belitung Timur dan Program Strategis Departemen Perhubungan tentang pembangunan pelabuhan di Indonesia yakni dermaga Manggar-Ketapang.
Pembangunan proyek ini, menggunakan APBN untuk dermaga dan APBD untuk lahan seluas 20.000 m2 yang terletak di Desa Baru Kecamatan Manggar, yang ditandatangani Ahok sewaktu menjabat Bupati Babel pada 2006. Ahok sendiri turut diduga memalsukan dokumen negara terkait proyek ini‎.
Sepak terjang Ahok saat menjabat sebagai Bupati Belitung Timur, dianggap oleh mantan Bupati Belitung Timur Khairul Effendi sebagai suatu kegagalan dalam memimpin. Khairul menggantikan Ahok pada periode 2006/2010.
Menurut Khairul, apa yang disampaikan Ahok belum teruji sejak kepemimpinannya di Belitung Timur pada waktu itu. Pasalnya banyak agenda-agenda perubahannya yang hanya belum teralisasi. "Banyak janji yang dilontarkan Ahok ketika kampanye Pilbup 2005, dan janji itu omong kosong," ujar Khairul beberapa waktu lalu.
Selama Khairul menjabat, pusat pemerintahan terpadu dibangun di Manggar, ibukota Beltim. Pelabuhan Manggar pun dituntaskan, tapi Khairul didakwa memalsukan surat keterangan tanah pelabuhan yang diperkarakan seorang pengusaha, dan kenal dekat Ahok.
"Padahal, rencana pembangungan telah ditetapkan sejak 2003, dan Bupati Ahok menegaskan untuk segera dituntaskan. Anggaran disetujui DPRD Beltim, karena merupakan program Kementerian Perhubungan era Hatta Rajasa. Saya yang melaksanakan pembangunan akhirnya dijegal perkara perdata (pemalsuan surat) untuk mencegah jadi Cabup periode 2010-2015," tutur Kairul.
Banyak lagi kesaksian lain yang diungkapkan Khairul yang merupakan pasangan Ahok dalam Pilbup 2005, misalnya soal penambangan di hutan lindung, peralihan lahan publik menjadi resor wisata, pengiriman alumni SMU Beltim ke STIKIP Surya yang belum disetujui DPRD karena menggunakan APBD, dan lain-lain.
Atas beberapa bukti tersebut dan dorongan batin, akhirnya Khairul memutuskan datang ke Jakarta untuk memberikan gambaran secara utuh kepada warga Jakarta untuk menghadapi Pilgub putaran kedua nanti.
"Saya termotivasi untuk berdialog terbuka dengan warga Jakarta yang akan memilih pemimpin dalam Pilkada, agar kepala daerah yang tampil nanti benar-benar bertangung-jawab," jelas Khairul.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ahok Terduga Pemalsuan Dokumen Proyek Di Belitung,Lari Saat Di tanya Wartawan"

Post a Comment