Menikahlah Dengan Pria Pekerja Keras, Bukan Yang Suka Merengek Pada Orang Tua

Selamat malam sahabat Onepoin dimanapun berada. Salam hangat untuk kita semua. Pada malam hari ini kami hadir dengan informasi yang kami kutip dari hipwee.com tentang alasan mengapa cowok nakal lebih pantas dijadikan pasangan hidup. Silahkan disimak ya..

Ketika kamu melihat dan berbicara dengan pria ini, hatimu berdegup kencang seolah tak mau berhenti. Bukan soal nafsu atau apa, kamu hanya sangat bahagia ketika bisa bersanding dengannya. Dia juga bukan orang biasa yang cukup datang silih berganti, tapi sosok dewasa yang siap menghalalkanmu suatu saat nanti. Kamu patut berbangga, karena inilah cinta yang sesungguhnya.

Pria ini berbeda, dia mau saja pergi pagi-pulang pagi hanya untuk bekerja. Bukan foya-foya

Bukan cuma tuntutan usia yang memaksanya untuk keras dalam bekerja, tapi kamu yang selama ini menjadi penyemangat haruslah selalu dia jaga. Menjagamu dari kepayahan serta kesusahan adalah prioritas utamanya, selain mengumpulkan pundi-pundi dana untuk mencukupi kebutuhannya.
Dia juga ‘anti’ untuk merepotkan orang tua di rumah, kecuali benar-benar butuh. Keputusannya untuk mendedikasian diri sebagai pria yang penuh tanggung jawab juga sudah bulat, dan mustahil untuk kembali diralat. Tugasmu hanya satu, senantiasa menyayangi dan mendampinginya sepanjang waktu.

Dia mungkin berasal dari keluarga berada, tapi bukan berarti terus bermanja atau bangga karena gelimangan harta

Tidak ada manusia sempurna, termasuk pria yang sedang kamu jatuhkan hatinya. Awalnya mungkin kamu boleh besar kepala karena latar belakang keluarga kayanya, tapi belakangan ini cintamu justru makin menggelora karena begitu keras usahanya untuk bekerja dan lepas dari orang tua. Perihal warisan yang pasti kelak dia dapatkan, tak pernah sekalipun dibahas di sela-sela obrolan.
Pria ini sangat sederhana, meski sedari kecil terbiasa disuguhkan gelimangan harta.

Lebih banyak mengatasi masalahnya sendiri atau membahasnya dengan kelembutan, menjadikannya pria kuat nan mandiri

Ketika jam kantor memaksanya untuk lembur dan meninggalkan rumah berhari-hari, kata mengeluh tak pernah terucap dari bibirnya. Dia mungkin hanya bergumam, bahwa hal-hal sepele seperti inilah adalah ujian untuk lebih meningkatkan kedewasaan.
Pun saat beradu argumen denganmu, pria ini lebih sering mengalah untuk menenangkanmu. Bukan lembek atau tidak tegas, inilah hal terbaik yang bisa dia lakukan demi kamu dan masa depan hubungan kalian.

Sekecil apapun hasil yang didapat, pria ini tak ragu untuk berbagi dan mengajakmu menjadi kawan bersyukur yang tepat

“Nggak apa-apa, Sayang. Ini belum rejeki kita. Besok pasti ada gantinya, yang penting kita sabar dan terus berusaha.”
Meski tergolong pria berparas tampan dan memiliki pekerjaan mapan, priamu ini jarang sekali jumawa. Baginya, mengajarimu arti penting bersyukur pada Tuhan itu jauh lebih penting, dibanding sekadar kencan dan mengumbar rayuan-rayuan gombal. Perihal rasa terimakasih yang tak pernah lelah dia ucapkan ini, dia juga berharap bahwa kamu adalah satu-satunya perempuan yang nantinya akan mengerti.

Jarang mengandalkan mereka, bukan berarti rasa hormatnya hilang kepada Ibu Bapaknya

Jangankan memperkenalkanmu pada orang tuanya, calon imammu ini juga tak pernah ragu untuk berkata ‘iya’ jika ditanya tentang kesiapannya untuk menikahimu nanti. Dengan penuh rasa hormat, dia juga selalu menjadikan Ibu Bapaknya sebagai prioritas utama, dalam setiap do’a dan usaha kerasnya. Dia pun sekarang jauh lebih dewasa, karena sudah paham betul kalau tak bisa selamanya mengandalkan orang tua.
Ingat, pria yang kamu sayangi ini akan selalu jadi anak kecil yang lucu, bagi kedua orang tuanya.
Lepas masa lajangmu dengan dia yang mau mati-matian berusaha, bukan cuma santai dan menggantungkan diri pada apa yang ada saja.


Sekian berita yang dapat kami bagikan pada malam hari ini semoga bermanfaat.Jangan lupa tinggalkan komentar ya...


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menikahlah Dengan Pria Pekerja Keras, Bukan Yang Suka Merengek Pada Orang Tua"

Post a Comment